Arabic  Chinese  Deutsch  English  French  Russian  Spanish 

 ©1986, 1990 & 2002 John Petroff. Translation 2005 Dessy Sondang

Bab 9:

 KEBIJAKAN FISKAL

 

Tujuan dari topik ini adalah untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang dibutuhkan ketika resesi atau inflasi terjadi.  Keterbatasan dari kebijakan-kebijakan ini juga dipelajari.  Kebijakan fiskal non-diskresionari ditunjukkan.

KEBIJAKAN FISKAL                                                                                                        Kebijakan fiskal adalah penggunaan pajak dan pembelanjaan pemerintah untuk mengendalikan kegiatan ekonomi suatu negara.  Maksud tersebut secara eksplisit dinyatakan dalam Undang-undang Ketenagakerjaan (Employment of Act) tahun 1946 dan dinyatakan ulang dalam Undang-undang Humphrey-Hawkins tahun 1978.

Pada tahun 1981, mosi perubahan pajak oleh kongres diberi Undang-undang Pajak Pemulihan Ekonomi (Economic Recovery Tax Act). Hal ini secara jelas menunjukkan bahwa pemerintah menggunakan pajak sebagai suatu metode untuk mengendalikan ekonomi.  Bersamaan dengan pembelanjaan, perubahan pajak adalah kebijakan fiskal itu sendiri.

KENAIKAN PEMBELANJAAN PEMERINTAH                                                        Pembelanjaan pemerintah merupakan bagian tambahan dari pengeluaran agregat.  Keuntungan dari efek pengali bisa diperoleh sebagai suatu kenaikan satu kali dalam pembelanjaan pemerintah untuk berhubungan dengan resesi.  Kasus seperti itu adalah New Deal dibawah pemerintahan Roosevelt.  Dalam analisis kebocoran-suntikan (leakage-injection analysis), pembelanjaan pemerintah merupakan suntikan dan membantu dalam memindahkan ekonomi ke tingkat ekuilibrium yang lebih tinggi.

Wewenang Tennessee Valley (Tennessee Valley Authority) yang dibuat pada tahun 1930-an merupakan paduan dari banyak proyek-proyek utama dengan ribuan pekerjaan baru.  Sumber pendapatan baru ini dan demikian dengan pengeluaran agregat, adalah suatu dorongan yang signifikan dalam membawa ekonomi keluar dari depresi hebat.

KENAIKAN PAJAK                                                                                                            Kenaikan pajak mengurangi pendapatan, dan dengan demikian pengeluaran agregat.  Jika pajak meningkat maka diasumsikan menjadi suatu pajak secara sekaligus dari pengeluaran agregat akan bergeser ke bawah dalam bentuk paralel.

Pada akhir tahun 1960-an, suatu tambahan ekstra pajak dilakukan di Amerika Serikat.  Tujuannya adalah untuk menurunkan jumlah yang menuju pengeluaran agregat, yakni membuat suatu efek pengali negatif karena ekonomi mengalami inflasi yang meningkat.

PENGALI ANGGARAN SEIMBANG                                                                                 Apabila kenaikan dalam pembelanjaan pemerintah adalah persis sama dengan kenaikan pajak, maka anggaran menjadi seimbang.  Suatu anggaran seimbang dengan peningkatan yang serempak dalam pembelanjaan dan pajak adalah tidak netral tetapi berkembang.  Alasan peningkatan dalam produksi adalah bahwa pajak mengurangi baik konsumsi maupun tabungan, dan pengurangan dari pajak adalah lebih kecil daripada peningkatan dari pengeluaran tambahan.  Nilai pengali anggaran seimbang adalah satu.

Selama hampir dari bagian awal abad ini, berbagai tata usaha orang Amerika percaya dalam menyeimbangkan anggaran.  Kenaikan apapun dalam pembelanjaan harus dicocokkan dengan kenaikan penerimaan pajak.  Selama periode tersebut dan sampai tahun 1930, ekonomi tumbuh pada kemajuan yang sangat sehat.  Namun pada tahun 1930-an, suatu anggaran seimbang dengan pembelanjaan yang dikurangi dalam resesi (yaitu daripada berkembang) selanjutnya menurunkan ekonomi.

KEBIJAKAN FISKAL KEYNESIAN                                                                               Keynes     menyarankan untuk menggunakan kebijakan fiskal diperluas dalam suatu kasus resesi: mengurangi pajak dan meningkatkan pembelanjaan.  Dalam kasus inflasi, yang disarankan adalah kebalikannya.      

Seluruh pemerintahan Barat telah mengadopsi pengukuran yang secara eksplisit diadakan untuk kebijakan-kebijakan pemerintah yang menggunakan pajak dan pembelanjaan untuk mengendalikan kegiatan ekonomi.  Bagi Amerika Serikat, fakta-fakta tersebut ditunjukkan dalam Undang-undang Ketenagakerjaan tahun 1946.

KEEFEKTIVITASAN KEBIJAKAN FISKAL                                                              Kebijakan fiskal diperluas bisa menjadi kurang efektif dari yang diperlukan jika suatu efek peniadaan penuh (crowding-out effect) mengambil alih dimana pemerintah lebih suka untuk membiayai pembelanjaan melalui pinjaman daripada pajak atau uang baru.  Melawan inflasi juga dapat tidak efektif dengan pembelanjaan yang menurun dan pajak yang meningkat apabila kelebihan anggaran digunakan untuk membayar kembali hutang.

Tambahan ekstra pajak diadakan pada akhir tahun 1960-an untuk melawan inflasi adalah tidak efektif dalam menghentikan inflasi karena pendapatan dibelanjakan langsung untuk membiayai perang Vietnam.

EFEK PENIADAAN PENUH                                                                                                  Efek peniadaan penuh muncul ketika pemerintah meminjam: investasi swasta dikurangi karena dana dipinjamkan kepada pemerintah daripada untuk peminjam swasta yang lebih beresiko.  Dengan demikian, efeknya adalah menggantikan pembelanjaan pemerintah untuk investasi swasta diinginkan yang potensial.

Suku bunga di Amerika Serikat menjadi lebih tinggi daripada di negara-negara Barat utama lainnya selama periode 1970-1980.  Salah satu alas an untuk tinggi suku bunga ini adalah besarnya hutang masyarakat yang perlu untuk dibayar secara teratur.  Bendahara Keuangan harus menawarkan keuntungan tinggi yang cukup untuk menjual yang dikeluarkannya.  Tingkat suku bunga yang tinggi ini menyebabkan pertumbuhan yang lambat.

KELAMBATAN KEBIJAKAN FISKAL                                                                            Keefektifan kebijakan fiskal juga dapat dikurangi dengan adanya berbagai kelambatan atau penundaan dalam pengaruh yang kuat dari kebijakan fiskal.  Kelambatan yang diakui berhubungan dengan identifikasi dari masalah sebenarnya.  Kelambatan administrasi timbul dari waktu yang diperlukannya untuk membuat undang-undang yang diperlukan.  Kelambatan operasional adalah hasil dari berapa banyak waktu yang diperlukannya untuk efek pengaruh pajak disadari dan dirasakan.

Kennedy menjadi presiden pada tahun 1960, ditengah-tengah ekonomi yang agak menurun.  Dengan segera dia mengajukan suatu pemotongan pajak menurut kebijakan fiskal Keynesian.  Meskipun demikian, pemotongan pajak tidak dibuat hingga tahun 1964 dan pengaruh dari pemotongan pajak tidak dirasakan sampai beberapa tahun kemudian.  Hingga waktu itu, ekonomi mulai mengalami inflasi dan kebijakan yang berlawanan dibutuhkan.

KEBIJAKAN FISKAL NON-DISKRESIONARI                                                     Kebijakan fiskal non-diskresionari mengacu pada berbagai program yang sedang berlangsung dari pembelanjaan dan perpajakan pemerintah.  Ini merupakan hal yang utama untuk tujuan pemeliharaan pendapatan.  Mereka biasanya jarang berubah.  Mereka termasuk keamanan sosial, kesejahteraan dan kompensasi pengangguran.

Pembayaran manfaat pengangguran merupakan contoh khas dari kebijakan fiskal non-diskresionari.  Pembayaran perlu meningkat ketika jumlah pengangguran meningkat, dan hal itu selama ekonomi yang menurun.  Pembayaran perlu menurun ketika penganggur kembali bekeja dengan suatu pemulihan ekonomi.

STABILISATOR OTOMATIS                                                                                      Kebijakan fiskal non-diskresionari bertindak sebagai suatu stabilisator otomatis bagi perekonomian karena ketika ekonomi dalam resesi maka pembayaran cenderung untuk meningkat, sementara penagihan iuran menurun dengan pendapatan yang lebih rendah.  Ketika ekonomi makmur maka penagihan meningkat sedangkan pembayaran menurun.  Kelebihan dalam kemakmuran dan kekurangan dalam resesi berhubungan dengan kebijakan yang diperlukan dan bertindak untuk mengurangi (namun tidak seluruhnya benar) kondisi ekonomi yang ada.

Manfaat pengangguran yang terbesar dibayarkan ketika penganggaran adalah yang tertinggi.  Dengan demikian, manfaat tersebut mengimbangi penurunan pendapatan dari mereka yang tidak bekerja.  Tetapi manfaat itu hanya merupakan sebagian kecil dari pendapatan yang terdahulu: dia hanya merupakan suatu pengukuran korektif yang sebagian.

ANGGARAN TENAGA KERJA PENUH                                                                         Sejak stabilisator otomatis dari kebijakan fiskal non-diskresionari menciptakan kekurangan dan kelebihan yang tidak cukup, ukuran dari tindakan kebijakan tambahan yang diperlukan harus ditentukan.  Hal ini dilakukan dengan bantuan dari anggaran tenaga kerja penuh, yang menghitung apa yang akan menjadi kelebihan atau kekurangan anggaran dimana ekonomi berada di penempatan tenaga kerja penuh.

Selama tahun 1970-1980, anggaran Amerika mengalami defisit.  Selama jangka waktu ini, karena tingginya angka pengangguran pada pertengahan tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an, maka anggaran tenaga kerja penuh berada dalam surplus (karena mempunyai penganggur yang kerja pada masa-masa tersebut, maka pajak yang mereka bayarkan akan lebih besar daripada pengeluaran).  Oleh karenanya, bahkan anggaran aktual yang lebih besar dapat dipertahankan.

PENAHAN KEBIJAKAN                                                                                          Stabilisator otomatis dari kebijakan fiskal non-diskresionari menciptakan surplus-surplus dalam masa-masa kemakmuran.  Surplus-surplus seperti itu bagaimanapun juga dapat bertindak sebagai suatu halangan atau penahan terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih lanjut (jika pertumbuhan tersebut yang diinginkan).

Sebagai bagian dari program-program yang sangat diinginkan dibawah Perjanjian Baru (New Deal), jaminan sosial dibuat.  Bagaimanapun juga, pada waktu itu, sedikit pensiunan yang memenuhi syarat untuk pembayaran sementara iuran-iuran ditagih dari seluruh gaji.  Pada waktu itu, jaminan sosial yang mencegah pemulihan ekonomi yang lebih cepat dari depresi hebat.

DEFISIT ANGGARAN                                                                                                Defisit anggaran timbul ketika pembelanjaan pemerintah melebihi pendapatan pemerintah.  Anggaran federal Amerika Serikat menjadi defisit setiap tahun kecuali satu pada tahun 1970-an dan 1980-an.  Defisit-defisit ini pada dasarnya merupakan produk kebijakan fiskal diperluas dari Keynesian.  Meskipun demikian, pada tahun 1980-an defisit tumbuh bahkan lebih besar sebagai hasil dari pemotongan pajak yang diilhami oleh sisi persediaan ekonomi.  Mengurangi defisit anggaran kemudian menjadi prioritas politik (misalnya Undang-undang Gramm-Rudman-Hollings).

FILOSOFI ANGGARAN                                                                                                   Suatu filosofi anggaran dari penyeimbang anggaran tahunan adalah tidak populer karena dia bersifat procyclical (dia membuat siklus bisnis menjadi parah).  Suatu filosofi anggaran fungsional (defisit bilamana diperlukan) diakibatkan oleh teori tenaga kerja Keynesian (dia menghasilkan hutang yang berlebihan).  Filosofi anggaran seimbang yang berhubungan dengan masa peredaran atau putaran adalah alternatif ketiga yang sering diajukan.

Pengaruh yang paling merusak dari filosofi anggaran seimbang dipelajari dari usaha-usaha administrasi Hoover untuk menyeimbangkan anggaran pada awal tahun 1930-an di Amerika Serikat (dan sama dengan usaha-usaha di Inggris Raya).  Pemotongan dalam pembelanjaan secara signifikan membantu kepelikan dari depresi hebat.

HUTANG MASYARAKAT                                                                                                Defisit anggaran yang berkelanjutan pada tahun 1970-an dan 1980-an menghasilkan sejumlah besar hutang publik (dengan kelebihan sebesar $2,000 pada awal tahun 1980-an).  Para ahli ekonomi memperdebatkan apakah hutang mempengaruhi kondisi ekonomi sekarang (efek crowding-out) dan masa depan (kebutuhan untuk membayar kembali hutang).  Pengaruh kuat yang paling tidak diragukan adalah kebutuhan untuk melayani hutang (membayar bunga) dan ancaman luar dari orang-orang asing yang memiliki sejumlah bagian hutang yang besar dan dengan demikian bisa mempengaruhi kurs pertukaran dolar.

Pasar saham yang jatuh pada tanggal 19 Oktober 1987, merupakan bagian yang diakibatkan oleh hutang masyarakat yang besar (menurut pendapat beberapa ahli ekonomi).  Alasan dari ini adalah kebutuhan untuk menawarkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi guna membiayai hutang dimana menyebabkan inflasi menjadi naik.  Tingkat suku bunga yang lebih tinggi menurunkan nilai aset-aset keuangan dan menganjurkan para investor untuk menjual, dimana mendorong harga turun lebih jauh.

KEBIJAKAN FISKAL DAN POLITIK

Kebijakan fiskal dibuat oleh pejabat-pejabat yang terpilih.  Meskipun stabilitas ekonomi adalah sasaran pemerintah yang penting, namun itu bukan merupakan tujuan satu-satunya.  Keamanan nasional, persediaan barang-barang dan jasa umum, serta redistribusi pendapatan adalah hanya beberapa dari pertimbangan-pertimbangan penting lainnya.  Bukti yang kuat menunjukkan bahwa pejabat-pejabat yang terpilih seringkali lebih memperhatikan bagaimana caranya terpilih kembali daripada hanya mempertahankan stabilitas ekonomi.

KEBIJAKAN FISKAL DAN POLITIK

Ketetapan-ketetapan kebijakan fiskal yang dikembangkan seperti pemotongan pajak atau pengeluaran pemerintah yang dinaikkan seringkali dilaksanakan sebelum pemilhan supaya menghasilkan indikator-indikator ekonomi yang menguntungkan.  Meskipun demikian, ketetapan kebijakan fiskal yang dikembangkan cenderung menghasilkan inflasi, dan segera setelah pemilihan berakhir maka kebijakan fiskal yang dipersingkat harus dilaksanakan.  Sebagai tambahan, ketetapan kebijakan fiskal yang dikembangkan mempunyai kecenderungan untuk meningkatkan defisit anggaran.

EFEK EKSPOR BERSIH

Efek ekspor bersih mengurangi keefektifan kebijakan fiskal.  Ketika suatu kebijakan yang dikembangkan dilaksanakan, ekspor bersih biasanya menurun yang menurunkan hasil agregat.  Penurunan hasil agregat ini secara sebagian mengimbangi kebijakan fiskal yang diperluas.  Ketika kebijakan fiskal yang dipersingkat dilaksanakan, ekspor bersih biasanya meningkat.  Peningkatan dalam hasil agregat ini secara sebagian mengimbangi kebijakan fiskal yang diperluas.

INDIKATOR-INDIKATOR INDEKS UTAMA

Indeks Indikator-indikator Utama digunakan untuk menghapuskan atau mempersingkat kelambatan-kelambatan yang diakui.  Indikator-indikator ini menyediakan para ahli ekonomi dengan suatu petunjuk ke arah mana ekonomi sedang menuju.  Tidak ada satupun dari indikator-indikator tersebut yang secara sendirian dapat memperkirakan bagian ekonomi di masa yang akan datang.

 

Review Quiz

Assignments

[Your opinion is important to us. If have a comment, correction or question pertaining to this chapter please send it to comments@peoi.org .]

;Previous: Keynesian_theory

 Next: Money