Arabic  Chinese  Deutsch  English  French  Russian  Spanish 

 ©1986, 1990 & 2002 John Petroff. Translation 2005 Roy Sukamto

Bab 7:

KONTROVERSI ANTARA PAHAM KLASIKAL-KEYNESIAN

 

Tujuan dari pembahan topik dalam bab ini adalah untuk menunjukan dua pandangan alternatif terhadap siklus bisnis dan dua masalah utama dari pengangguran dan inflasi. Teori klasikal akan ditunjukkan terlebih dahulu. Pandangan Keynesian diberikan kemudian sebagai kritik terhadap teori klasikal..

TEORI KLASIKAL
Teori Klasikal pada intinya adalah suatu kepercayaan “laissez faire” dari kapitalisme murni. Pada pandangan ini, siklus bisnis adalah proses penyesuaian alami yang tidak membutuhkan tindakan apapun dari pihak pemerintah.

Penjelasan Adam Smith mengenai tangan yang tidak tampak (invisible hand), merupakan suatu proses yang menuntun perusahaan-perusahaan untuk memproduksi semua yang diinginkan oleh masyarakat, tanpa memerlukan campur tangan apapun dari pihak pemerintah: ekonomi menyelesaikan semua permasalahannya sendiri.

HUKUM SAY
Hukum Say mengusulkan bahwa penawaran menciptakan permintaannya sendiri. Ini berarti bahwa pendapatan, yang dihasilkan oleh beberapa orang dari memproduksi barang-barang tertentu, memberikan kesempatan pada mereka untuk membeli produk-produk orang-orang lainnya. Oleh karena semua orang mempunyai kebutuhan untuk membeli barang, mereka akan berusaha untuk memproduksi beberapa barang untuk memperoleh pendapatan dan dengan pendapatan itu membeli apapun yang mereka inginkan.
Jadi pasar produk-produk akan harus selalu berada pada titik keseimbangan.

Pekerja-pekerja yang mempunyai penghasilan, bekerja untuk penghasilan tersebut supaya mereka dapat membeli berbagai jenis produk yang mereka inginkan. Jadi, dengan bekerja dan memproduksi barang-barang, pekerja-pekerja ini menghasilkan pendapatan untuk memiliki barang-barang ini.

PASAR UANG KLASIKAL
Jika beberapa pendapatan tidak segera dikonsumsi maka pendapatan ini akan memasuki pasar uang sebagai tabungan. Tabungan ini akan ditempatkan kembali dalam ekonomi sebagai investasi (yaitu penambahan modal) ketika tabungan ini dipinjamkan. Bunga yang dibayarkan oleh peminjam uang pada penabung menjamin bahwa tidak ada satu tabungan pun yang menganggur. Pasar uang akan berusaha tiba pada titik keseimbangan (ekuilibrium) melalui penyesuaian pada tingkat suku bunga.

Bunga yang dibayarkan pada penabung adalah rangsangan untuk meminjamkan uang. Ketika tingkat suku bunga tinggi, orang-orang akan mempunyai keinginan untuk menabung atau meminjamkan lebih banyak lagi. Pada sisi lain dari pasar uang, peminjam tidak dipacu untuk meminjam terlalu banyak pada tingkat suku bunga yang tinggi. Jadi pasar cenderung berusaha untuk kembali pada titik keseimbangan (reequilibrate) dibawah pengaruh tingkat suku bunga.

FLEKSIBILITAS HARGA DAN GAJI
Teori klasikal mengusulkan bahwa semua pasar-pasar akan berusaha kembali pada titik keseimbangan karena penyesuaian-penyesuaian yang fleksibel dari harga dan gaji. Misalnya, jika terdapat kelebihan tenaga kerja atau produk-produk, gaji atau harga akan disesuaikan untuk menyerap kelabihan-kelebihan ini.

Jika harga dan gaji fleksibel, pasar-pasar akan berusaha kembali ke titik keseimbangan. Jika misalnya, banyak orang menganggur, perusahaan-perusahaan dapat saja menyewa pekerja-pekerja dengan gaji yang lebih rendah; tetapi, menyewa lebih banyak pekerja akan mengurangi pengangguran.

PENGANGGURAN TIDAK SUKARELA
Teori klasikal mengusulkan bahwa tidak akan ada pengangguran yang terjadi dengan tidak sukarela karena penyesuaian pada tingkat gaji akan menjamin bahwa penganggur-penganggur akan disewa kembali. Sebagai tambahan, kebutuhan akan pekerja-pekerja untuk membeli barang-barang akan memacu mereka untuk menerima pekerjaan bahkan pada gaji yang lebih rendah.

Jika gaji fleksibel seperti pendapat ekonomis aliran klasikal, maka penurunan gaji akan memberi kesempatan pada perusahaan untuk menyewa pekerja lebih banyak lagi. Hanya mereka yang tidak ingin bekerja dengan gaji yang lebih rendah akan tetap menganggur.

KONTROVERSI ANTARA PAHAM KLASIKAL-KEYNESIAN
Teori tenaga kerja Keynes dibangun diatas kritik terhadap teori klasikal. Pada kritik ini, Keynes berpendapat bahwa para penabung dan investor mempunyai rencana-rencana yang tidak cocok satu sama lain sehingga terdapat kemungkinan rencana-rencana itu tidak menjamin terjadinya ekuilibrium pada pasar uang, dan bahwa harga-harga dan gaji-gaji cenderung kaku (tidak fleksibel) dan bahwa ekuilibrium tidak terjadi di pasar produk dan tenaga kerja, serta bahwa beberapa periode pengangguran telah terjadi (suatu hal yang disangkal oleh teori klasikal).

Teori Keynes dibangun setelah masa depresi besar terjadi. Tidak dapat disangkal pada saat itu bahwa hanya pengangguran tidak sukarelalah yang mungkin terjadi melihat berjuta-juta pekerja yang kehilangan pekerjaannya.

RENCANA TABUNGAN-INVESTASI KEYNES
Keynes menunjukan bahwa para penabung dan investor adalah dua kelompok yang berbeda dan mereka tidak harus saling berinteraksi: perantara keuangan (bank-bank) berada diantara kedua grup ini. Ketika timbul resesi, jumlah investasi dapat saja tidak sama dengan jumlah tabungan, walaupun suku bunga sangat rendah, 1) peminjam uang memiliki prospek penjualan yang sangat buruk, 2) bank-bank takut meminjamkan uangnya karena potensi kebangkrutan yang tinggi, 3) penabung menginginkan keuntungan yang tinggi dari investasinya. Hal ini menyebabkan terrjadinya jebakan likuiditas (liquidity trap): beberapa tabungan dibiarkan menganggur.

Bank-bank memiliki tendensi untuk bertindak dengan sangat hati-hati (prudent) ketika memberikan pinjaman kepada bisnis-bisnis di kala keadaan ekonomi kelihatan tidak menjanjikan. Tetapi, keengganannya dalam memberikan pinjaman itu sendiri memberikan kontribusi pada melemahnya ekonomi.

KEKAKUAN HARGA-GAJI MENURUT KEYNES
Keynes berpendapat bahwa harga-harga dan gaji-gaji tidak sefleksibel seperti yang diungkapkan oleh teori klasikal. Gaji-gaji mempunyai kecenderungan menjadi kaku ketika keadaan ekonomi menurun karena pekerja-pekerja tidak mau menerima gaji-gaji yang tidak mencukupi mereka untuk hidup dengan layak; hal ini diperkuat oleh aksi-aksi dari serikat pekerja. Jika gaji terlalu rendah, pengangguran akan terjadi. Pada kasus harga, perusahaan-perusahaan dengan produksi barang yang tinggi lebih menyukai untuk mengurangi produksi dan memecat pekerja-pekerja daripada menurunkan harga. Kekuatan monopoli mereka sering kali memungkinkan mereka untuk melakukan hal ini

Sejak pertengahan tahun 1980-an, ada beberapa saat dimana pekerja menerima penurunan gaji: misalnya, di industri pesawat terbang dan baja. Disamping pengecualian-pengecualian ini penurunan gaji adalah suatu hal yang langka. Lebih merupakan pola yang umum bahwa gaji selalu mengalami kenaikan, setidaknya, untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup..

PERMINTAAN AGREGAT
Permintaan agregat yang diperlihatkan dalam bentuk grafik disini, menunjukkan setiap jumlah barang-barang,yang pihak rumah tangga bersedia atau mampu membeli, pada tingkat harga yang berbeda-beda
.

Permintaan agregat dapat ditafsirkan sebagai kombinasi dari semua ragam produk yang akan dibeli orang.

EFEK KESEIMBANGAN RIIL
Kurva permintaan agregat bentuknya menurun ke bawah karena efek kesimbanagan riil. Jika harga-harga lebih tinggi dari rata-rata, maka daya beli akan aset moneter menurun dan orang-orang akan merasa lebih miskin, serta membeli lebih sedikit. Jika harga dibawah rata-rata harga yang di masa lampau, daya beli akan aset moneter meningkat, orang-orang merasa lebih kaya dan akan membeli lebih banyak.

Terdapat hubungan matematis terbalik antara tingkat suku bunga dan aset finansial. Bursa efek seperti New York Stock Exchange, sangat sensitif terhadap inflasi yang merupakan penyebab utama dari kenaikan tingkat suku bunga. Sensitivitas terlihat pada 19 Oktober 1987 dimana pasar modal jatuh. Juga hal ini dapat terlihat pada reaksi pasar
atas penurunan tingkat suku bunga oleh US Federal Reserve Bank pada tahun 2001.

PENAWARAN AGREGAT
Kurva penawaran agregat terdiri dari tiga bagian: rangkaian klasikal berbentuk garis vertikal, rangkaian Keynesian berbentuk horisontal dan rangkaian diantara keduanya berbentuk kurva yang menaik.

Grafik G-MAC7.1

Penawaran agregat dapat dilihat sebagai kombinasi dari semua barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan: penawaran agregat merupakan GNP jika peran pemerintah diabaikan.

RANGKAIAN KLASIKAL
Rangkaian klasikal dari penawaran agregat merupakan garis vertikal karena pernyataan dari teori klasikal bahwa harga-harga akan menyesuaikan diri sedemikian rupa sehingga hasil keluaran akan ada pada pemanfaatan penuh sumber daya manusia. Pada rangkaian ini, membesarkan permintaan agregat akan menyebabkan inflasi, mengecilkan permintaan agregat akan mengurangi inflasi.

Ada banyak sektor ekonomi dimana semua penyesuaian dilakukan melalui perubahan harga. Kita dapat lihat contohnya pada barang-barang yang berhubungan dengan mode: jika sebuah pakaian ada dalam permintaan yang tinggi, ia akan diberi harga yang sangat tinggi, tetapi jika mode pakaian tadi sudah lewat, harga akan menjadi sangat rendah dan pada akhirnya tidak diproduksi lagi.

RANGKAIAN KEYNESIAN
Rangkaian Keynesian dari penawaran agregat sesuai dengan pernyataan bahwa ketika harga sangat rendah, perusahaan-perusahaan akan lebih menyukai untuk mengurangi produksi dibanding dengan menjual barang-barang dengan kerugian. Pada rangkaian ini, setiap perubahan dalam permintaan agregat akan menyebabkan perubahan dalam hasil keluaran. Jadi, pada saat terjadinya resesi kebijakan pemerintah yang tepat adalah untuk memperbesar permintaan agregat.

Ada berbagai sektor ekonomi dimana sangat jarang terjadi perubahan harga namun cukup banyak perubahan dalam jumlah produksi dan jumlah pegawainya. Contoh, perusahaan pembuat mobil biasa menawarkan potongan kurang dari 10% dari harga mobilnya. Dibanding dengan potongan 50% pada pakaian-pakaian, potongan pada mobil sangatlah kecil. Penyebabnya adalah biaya tetap yang besar. Penutupan seluruh pabrik mobil bukan hal yang tidak umum pada masa resesi.

RANGKAIAN DIANTARA KLASIKAL-KEYNESIAN
Bagian di antara Kalsikal-Keynesian dari penawaran agregat menunjukkan kejadian-kejadian pada masa permulaan terjadinya inflasi (atau inflasi sektoral): ketika permintaan dan hasil keluaran meningkat, beberapa sektor ekonomi dapat saja mengalami hambatan-hambatan dan meminta kenaikan karga karena hasil keluaran tidak dapat dinaikan.

Beberapa sektor ekonomi cenderung untuk mengalami perubahan harga dan jumlah barang pada waktu yang bersamaan. Hal ini dapat terjadi untuk semua sektor barang konsumen seperti radio dan televisi, atau peralatan olahraga.

KEBIJAKAN PERMINTAAN AGREGAT
Ketika kurva permintaan agregat dan penawaran agregat berpotongan di kurva rangkaian Keynesian yang berbentuk horisontal, resesi dan pengangguran yang berlebihan terjadi: kebijakan yang direkomendasikan adalah stimulasi dari permintaan agregat. Pada titik potong di bagian Klasikal yang berbentuk vertikal, inflasi terjadi: kebijakan yang direkomendasikan adalah mengurangi permintaan agregat.

Grafik G-MAC7.2

 

Selama tahun 1960-an dan 1970-an, ditkeankan pada administrasi pemerintah Amerika Serikat untuk memberi stimulasi pada permintaan agregat untuk mengendalikan pengangguran. Pengendalian terhadap inflasi didapatkan dengan bantuan perubahan pajak atau pengendalian atas harga-harga dan gaji-gaji.

KEBIJAKAN SEGI PENAWARAN
Kebijakan-kebijakan pada segi penawaran dapat ditunjukan oleh terjadinya pergeseran-pergeseran ke atas pada penawaran agregat di saat periode-periode stagflasi (harga-harga tinggi dan hasil keluaran rendah). Kebijakan yang direkomendasikan adalah untuk tidak menaikan permintaan agregat yang akan menambah tingkat inflasi, namun suatu pergeseran ke bawah pada penawaran agregat melalui pengurangan biaya-biaya produksi..

Selama tahun 1980-an, Adminstrasi pemerintahan Amerika telah berusaha untuk mengendalikan ekonomi dengan memberi perhatian yang lebih besar pada segi penawaran dari ekonomi. Lebih spesifik lagi, semua biaya-biaya produksi dipengaruhi oleh peraturan-peraturan, pembatasan-pembatasan dan subsidi dari pemerintah..

 

 

Review Quiz

Assignments

[Pendapat Anda sangat penting untuk kami. Jika Anda mempunyai komentar. koreksi atau pertanyaan mengenai bab ini, kami persilakan untuk mengirimnya pada comments@peoi.org .]

;Previous: Business_cycle

 Next: Keynesian_theory